Kamis, 15 Maret 2012

Contoh perjuangan hidup,... tanggung jawab yes, Pilkada, nanti dulu...

Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.

Pria Bisu Nafkahi Keluarga dengan Menambang Pasir

 SIDIMPUAN–Ketidaksempurnaan tidak menyurutkan semangatnya bekerja dengan membanting tulang mencari nafkah untuk keluarganya. Itulah yang dilakoni Herlis Parlindungan (40) warga Rimba Soping, Kota Psp. Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.
Meski dirinya menderita tuna wicara alias bisu, namun pekerjaannya sebagai penambang pasir dan batu di Sungai Batang Ayumi, di sekitar jembatan dari Batunadua menuju Poken Jior, tetap di jalaninya dengan semangat dan tidak kenal lelah.
Pekerjaan yang dilakoninya sejak belasan tahun bersama istrinya Restiana (33) tersebut terlihat begitu keras dan menguras tenaga. Bagaimana tidak. Sejak sekitar pukul 7 pagi, mereka sudah berada di sungai di dinginnya air untuk menggali pasir yang ada di dasar sungai dan diangkut ke tepi menggunakan ban pelampung yang berfungsi sebagai wadah pasir.
Seperti kurang cukup hanya menggali pasir, Herlis juga memecah batu cadas menjadi beberapa bagian. Kemudian batu dan pasir itu diangkat lagi dari tepi sungai dengan menggunakan ember ke tepi jalan di dekat jembatan.
Menurut ungkapan Resdiana istrinya, setiap hari mulai pagi hari mereka sudah beraktifitas agar target yang mereka inginkan tercapai. Tiap harinya mereka harus memenuhi target satu kubik atau setara dengan satu bak mobil truk, yang mana mereka mendapat hasil Rp75.000 dari harga per kubiknya. Pendapatan itu menurut Resdiana tidaklah mudah didapat, karena tidak selamanya mereka sehat atau bisa mendapatkan pasir.
“Harus pagi-pagi sekali kami kemari biar dapat banyak. Trus, nggak tiap hari kami dapat uang. Kalau sakit, atau kalau gak ada banjir pasir di sungai ini gak ada,” cerita Resdiana kepada METRO, Jum’at (9/3).
Tapi, katanya mungkin sudah terbiasa bekerja berat hingga baru pulang sore sehari sekira pukul 17.00 WIB, sehingga tubuh suaminya Herlis tidak lemah dan tidak gampang sakit. Tiap hari tetap semangat menggali dan memecah batu cadas.
Dia juga berharap kepada berbagai pihak khususnya pemerintah, supaya membantu kelancaran aktifitas mereka, dengan memberikan fasilitas dan juga membangun jalan di tepi sungai, agar mudah bagi mereka mengangkut pasir dari tepi sungai menuju tepi jalan raya. Mengingat hampir sebagian besar warga dekat sungai itu menggantungkan hidupnya dari menggali pasir dan sangat menanti pemerintah membantu beban mereka. (rif/mer)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar