Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.
Pria Bisu Nafkahi Keluarga dengan Menambang Pasir
SIDIMPUAN–Ketidaksempurnaan
tidak menyurutkan semangatnya bekerja dengan membanting tulang mencari
nafkah untuk keluarganya. Itulah yang dilakoni Herlis Parlindungan (40)
warga Rimba Soping, Kota Psp. Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.
Meski
dirinya menderita tuna wicara alias bisu, namun pekerjaannya sebagai
penambang pasir dan batu di Sungai Batang Ayumi, di sekitar jembatan
dari Batunadua menuju Poken Jior, tetap di jalaninya dengan semangat dan
tidak kenal lelah.
Pekerjaan yang dilakoninya sejak belasan tahun
bersama istrinya Restiana (33) tersebut terlihat begitu keras dan
menguras tenaga. Bagaimana tidak. Sejak sekitar pukul 7 pagi, mereka
sudah berada di sungai di dinginnya air untuk menggali pasir yang ada di
dasar sungai dan diangkut ke tepi menggunakan ban pelampung yang
berfungsi sebagai wadah pasir.
Seperti kurang cukup hanya menggali
pasir, Herlis juga memecah batu cadas menjadi beberapa bagian. Kemudian
batu dan pasir itu diangkat lagi dari tepi sungai dengan menggunakan
ember ke tepi jalan di dekat jembatan.
Menurut ungkapan Resdiana
istrinya, setiap hari mulai pagi hari mereka sudah beraktifitas agar
target yang mereka inginkan tercapai. Tiap harinya mereka harus memenuhi
target satu kubik atau setara dengan satu bak mobil truk, yang mana
mereka mendapat hasil Rp75.000 dari harga per kubiknya. Pendapatan itu
menurut Resdiana tidaklah mudah didapat, karena tidak selamanya mereka
sehat atau bisa mendapatkan pasir.
“Harus pagi-pagi sekali kami
kemari biar dapat banyak. Trus, nggak tiap hari kami dapat uang. Kalau
sakit, atau kalau gak ada banjir pasir di sungai ini gak ada,” cerita
Resdiana kepada METRO, Jum’at (9/3).
Tapi, katanya mungkin sudah
terbiasa bekerja berat hingga baru pulang sore sehari sekira pukul 17.00
WIB, sehingga tubuh suaminya Herlis tidak lemah dan tidak gampang
sakit. Tiap hari tetap semangat menggali dan memecah batu cadas.
Dia juga berharap kepada berbagai pihak khususnya pemerintah, supaya membantu kelancaran aktifitas mereka, dengan memberikan fasilitas dan juga membangun jalan di tepi sungai, agar mudah bagi mereka mengangkut pasir dari tepi sungai menuju tepi jalan raya. Mengingat hampir sebagian besar warga dekat sungai itu menggantungkan hidupnya dari menggali pasir dan sangat menanti pemerintah membantu beban mereka. (rif/mer)
Dia juga berharap kepada berbagai pihak khususnya pemerintah, supaya membantu kelancaran aktifitas mereka, dengan memberikan fasilitas dan juga membangun jalan di tepi sungai, agar mudah bagi mereka mengangkut pasir dari tepi sungai menuju tepi jalan raya. Mengingat hampir sebagian besar warga dekat sungai itu menggantungkan hidupnya dari menggali pasir dan sangat menanti pemerintah membantu beban mereka. (rif/mer)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar