Senin, 19 Maret 2012

Hanta Yuda: Kenali 3 Modus Korupsi Politisi

Hanta Yuda: Kenali 3 Modus Korupsi Politisi


Jakarta Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas mewanti-wanti kemungkinan parpol sebagai tempat persemaian koruptor muda. Peringatan ini tidak berlebihan. Nah, ada 3 modus korupsi politisi yang perlu dikenali. Apa saja?

"Menurut saya modus korupsi politisi itu ada 3: yakni karena keserakahan (untuk kepentingan pribadi dan gaya hidup hedonisme), modus untuk kembali modal ketika kampanye; atau mendapatkan 'tugas' untuk mengisi pundi-pundi partai," kata peneliti politik dari The Indonesian Institute, Hanta Yuda.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Hanta, Minggu (11/3/2012):

Perndapat Anda dengan pernyataan Busyro bahwa parpol bisa menjadi persemaian koruptor?

Saya sepakat dengan 'peringatan' Pak Busyro bahwa salah satu bibit tempat persemaian koruptor adalah parpol. Ada beberapa modus korupsi politisi yang perlu diwaspadai.

Modus apa saja?

Menurut saya modus korupsi politisi itu ada 3: yakni karena keserakahan (untuk kepentingan pribadi dan gaya hidup hedonisme), modus untuk kembali modal ketika kampanye; atau mendapatkan 'tugas' untuk mengisi pundi-pundi partai.

Maksud 'tugas' mengisi pundi-pundi partai?

Modus untuk mengisi pundi-pundi partai itu akibat dari problem sistem pendanaan partai yang tak transparan mulai dari tahap pemasukan hingga pengeluaran.

Sumber pemasukan partai, (selain dari APBN/APBD yang tak signifikan dibandingkan kebutuhan operasional dan kampanye), adalah mengandalkan sumbangan pengusaha, secara legal maupun 'ilegal'. Juga setoran kader dan pengurus yang menjadi pejabat publik, seperti anggota DPR. Hal inilah mendorong terjadinya korupsi anggaran.

Ada kelemahan di UU?
Iya, undang-undang hanya membatasi sumbangan maksimal dari luar, tetapi tak membatasi besaran sumbangan pengurus kepada partai.

Bisa dijelaskan soal modus kembali modal?

Untuk modus kembali modal, akibat dari sistem pemilihan berbiaya tinggi. Setiap partai dan kandidat dituntut memiliki modal kampanye sangat besar. Nah hal ini juga mendorong anggota korupsi untuk balik modal.

Jadi bagaimana memutus mata rantai regenerasi koruptor?

Untuk memutus mata rantai regenerasi koruptor tersebut membereskannya harus dimulai dari partai politik, terutama terkait sistem pendanaan partai dan pembatasan belanja kampanye bagi partai dan caleg/kandidat. Dua solusi utama itulah untuk mengatasi regenerasi koruptor tersebut.

Jumat, 16 Maret 2012


Maju, untuk berbuat nyata bagi masyarakat.

 Komite Nasional Pemuda Indonesia disingkat dengan KNPI sudah kita ketahui bersama adalah lembaga kepemudaan yg menjadi wadah bernaungnya organisasi kepemudaan, lebih tepatnya sebagai laboratorium pergerakan kepemudaan.
Wacana tentang musyawarah daerah (Musda) KNPI Kota Padangsidimpuan akhir-akhir ini memang sudah mulai diperbincangkan pemuda dan masyarakat. Untuk menyambut wacana tersebut saya mencoba memberikan beberapa pemikiran diantaranya agar KNPI kedepan dapat menjawab segala permasalahan yg terjadi dikota ini.

Amir Hamzah Harahap. S.Sos aktivis Ortom Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menyatakan siap maju menjadi salah satu calon Ketua KNPI Kota padangsidimpuan. Dirinya mengatakan, akan mencoba membangun KNPI lewat karya nyata yg langsung dapat dirasakan masyarakat. “ Saya pribadi siap jika didukung sebagian organisasi kepemudaan yg bernaung di KNPI untuk maju dalam Musda mendatang.  Beberapa program kedepan yang saya tawarkan adalah lewat lembaga kepemudaanKNPI  yang menjadi unjung tombak pembangunan, maka saya akan mencoba membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dan pemuda sebagai stake holder, agar kedepan program kita dapat terwujud lewat sinergi tadi. Diantaranya kita akan melakukan pembangunan dan pembinaan UKM dibidang kepemudaan di seluruh kecamatan seperti usaha kecil terkhusus usaha pemuda  kreatif yang langsung dirasakan masyarakat” ucapnya.

Dirinya menambahkan, bahwa selain akan membangun UKM kepemudaan kreatif diseluruh kecamatan yang jelas akan membuka lapangan pekerjaan, aktivis ini juga berjanji menjadikan KNPI sebagai laboratorium kader yang juga  akan mencetak pemikir muda yang kritis dikota padangsidimpuan. “  Selain kita mengembangkan UKM, saya juga berharap KNPI kedepan harus memiliki segudang kesibukan, seperti kita adakan workshop, pelatihan pemuda kreatif, seminar pemuda yang rutin kita laksanakan selama periode disamping tugas wajib KNPI, sehingga organisasi dan pemuda menjadi orang-orang yang cerdas serta kreatif untuk menjawab tantangan zaman,” terangnya.

Ketika sosok ini ditanya soal kesiapan moril dan materil, dirinya menyatakan sedang melakukan konsolidasi keberbagai organisasi kepemudaan agar kiranya didukung. “ sampai saat ini saya belum dapat memastikan sudah berapa organisasi yang mendukung saya diatas kertas, sebab musda sendiri dari info yang saya dapat diperkirakan dilaksanakan bulan mei jadi masih ada waktu untuk konsolidasi baru mendeklarasikan diri. Sedangkan persiapan materil, saya pribadi menyatakan bahwa maju tanpa ada pelican sebab saya bukanlah pengusaha sukses, jadi saya yakin organisasi pemuda masih berpikir objektif menghadapi Musda KNPI,” tegasnya.

Lewat program yang ditawarkan tadi pada akhirnya KNPi dan pemuda adalah orang yang kreatif serta mandiri yang tidak hanya mampu menggerogoti anggaran. Cita –cita tersebut akan terwujud jika kawan-kawan yang bernaung di KNPI mempunyai keingan membangun yang sama.

Bupati "Parbukkak"

Karena “Marbukkak” – Bupati Tapsel Didesak Mundur

Masyarakat Sipirok Jakarta demo di depan Gedung DPR-RI Jakarta Kamis (15/3), mendesak Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu mundur dari jabatannya. ( Berita Sore/ iws).
Jakarta (Berita): Masyarakat Sipirok  di  Jakarta mendesak Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M Pasaribu mundur dari jabatannya. Pasalnya, sejak terpilih dan dilantik seperti tidak mengerti persoalan dan bahkan terkesan tidak mau tahu atas setiap desakan dari masyarakat Tapsel, terkait pemindahan pusat administrasi pemerintahan dari Padangsidimpuan ke Sipirok, sebagaimana yang diperintahkan oleh UU Nomor 37 dan 38 tahun 2007 pasal 21 ayat (1) dan (2).
Hal ini disampaikan Bangun Siregar selaku koordinator aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Senayan, Kamis (15/3), yang tergabung dalam Ikatan Alumni Pelajar Sipirok Jakarta, Forum Warga Sipirok Jakarta dan Lembaga Pengkajian Pembangunan Tapanuli Selatan.
“Janji-janji Syahrul pada waktu kampanye jika terpilih adalah segera melaksanakan UU Nomor 37 dan 38 tahun 2007 yaitu memindahkan ibukota kabupaten sebagai pusat administrasi pemerintahan dari Padangsidimpuan ke Sipirok. Namun, faktanya hingga saat ini perpindahan ibukota kabupaten tersebut tidak terbukti,” kata Bangun Siregar.
Menurutnya, proses penentuan Sipirok menjadi Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan oleh Dewan Perwakilan Rakyat bersama Pemerintah tidaklah terjadi begitu saja, mengingat hal ini sudah dikaji secara matang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 129 tahun 2000 tentang kriteria penilaian penentuan Ibukota Kabupaten yang berlaku untuk seluruh kabupaten di Indonesia.
Ironisnya, sambung dia, saat ini Bupati Tapsel sedang gencar-gencarnya membangun pertapakan Kantor Bupati dan sarana penunjang lainnya dilokasi kawasan hutan yang terletak di perbatasan Kecamatan Sipirok seluas 217 ha. Dari bukti data ditemukan bahwa lokasi pertapakan yang dilepaskan menjadi areal pertapakan kantor Bupati tersebut, sebagian besar adalah tanah-tanah ulayat rakyat yang menjadi lahan perkebunan dalam menopang kelangsungan hidup para petani di sekitar areal.
“Namun, Bupati Tapsel tetap bersikukuh bahwa proses pembangunan dan pembabatan hutan tersebut dilaksanakan sejalan dengan peraturan yang ada yang hanya berlandaskan pada Nomor SK.244/Menhut-II/2011 yang dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan tertanggal 29 April 2011,” imbuhnya.
Bangun menambahkan, keadaan inilah yang menyebabkan masyarakat Tapanuli Selatan melalui lembaga masyarakat independen yaitu Lembaga Pengkajian Pembangunan Tapanuli Selatan (LP2TS) menggugat Menteri Kehutanan RI dan Bupati Tapanuli Selatan di PTUN Jakarta yang terdaftar dalam register perkara No.113/G/PTUN/2011 tertanggal 14 Juni 2011 dan perkara tersebut pada saat ini sedang dalam proses Banding di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta.
Dengan permasalahan ibukota Tapanuli Selatan ini, lanjut dia, seharusnya DPR RI dan Menteri Dalam Negeri RI tidak boleh diam seribu bahasa dan harus turun tangan dalam menyelesaikan polemik berkepanjangan ini. “Jangan sampai masyarakat ditempatkan dalam situasi yang tidak pasti sehingga timbul situasi yang tidak diinginkan,” tegas Bangun. (iws)

Kamis, 15 Maret 2012

Contoh perjuangan hidup,... tanggung jawab yes, Pilkada, nanti dulu...

Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.

Pria Bisu Nafkahi Keluarga dengan Menambang Pasir

 SIDIMPUAN–Ketidaksempurnaan tidak menyurutkan semangatnya bekerja dengan membanting tulang mencari nafkah untuk keluarganya. Itulah yang dilakoni Herlis Parlindungan (40) warga Rimba Soping, Kota Psp. Herlis, saat mengambil pasir di sungai Batang Ayumi.
Meski dirinya menderita tuna wicara alias bisu, namun pekerjaannya sebagai penambang pasir dan batu di Sungai Batang Ayumi, di sekitar jembatan dari Batunadua menuju Poken Jior, tetap di jalaninya dengan semangat dan tidak kenal lelah.
Pekerjaan yang dilakoninya sejak belasan tahun bersama istrinya Restiana (33) tersebut terlihat begitu keras dan menguras tenaga. Bagaimana tidak. Sejak sekitar pukul 7 pagi, mereka sudah berada di sungai di dinginnya air untuk menggali pasir yang ada di dasar sungai dan diangkut ke tepi menggunakan ban pelampung yang berfungsi sebagai wadah pasir.
Seperti kurang cukup hanya menggali pasir, Herlis juga memecah batu cadas menjadi beberapa bagian. Kemudian batu dan pasir itu diangkat lagi dari tepi sungai dengan menggunakan ember ke tepi jalan di dekat jembatan.
Menurut ungkapan Resdiana istrinya, setiap hari mulai pagi hari mereka sudah beraktifitas agar target yang mereka inginkan tercapai. Tiap harinya mereka harus memenuhi target satu kubik atau setara dengan satu bak mobil truk, yang mana mereka mendapat hasil Rp75.000 dari harga per kubiknya. Pendapatan itu menurut Resdiana tidaklah mudah didapat, karena tidak selamanya mereka sehat atau bisa mendapatkan pasir.
“Harus pagi-pagi sekali kami kemari biar dapat banyak. Trus, nggak tiap hari kami dapat uang. Kalau sakit, atau kalau gak ada banjir pasir di sungai ini gak ada,” cerita Resdiana kepada METRO, Jum’at (9/3).
Tapi, katanya mungkin sudah terbiasa bekerja berat hingga baru pulang sore sehari sekira pukul 17.00 WIB, sehingga tubuh suaminya Herlis tidak lemah dan tidak gampang sakit. Tiap hari tetap semangat menggali dan memecah batu cadas.
Dia juga berharap kepada berbagai pihak khususnya pemerintah, supaya membantu kelancaran aktifitas mereka, dengan memberikan fasilitas dan juga membangun jalan di tepi sungai, agar mudah bagi mereka mengangkut pasir dari tepi sungai menuju tepi jalan raya. Mengingat hampir sebagian besar warga dekat sungai itu menggantungkan hidupnya dari menggali pasir dan sangat menanti pemerintah membantu beban mereka. (rif/mer)

Jumat, 02 Maret 2012

Tak Takut dengan Rakyat

Mulai Sehat, Chavez Langsung Menelpon Rakyatnya

Chavez-2
Baru saja selesai melakukan operasi, Presiden Venezuela Hugo Chavez langsung menelpon rakyatnya.
“Aku baik-baik saja. Aku sekarang sudah sembuh,” kata Chavez dalam telpon. Perbincangan itu disiarkan langsung oleh stasiun TV lokal.
Tidak hanya itu, Chavez juga menyempatkan waktu berkomentar tentang program perumahan yang sedang dijalankan pemerintahannya. Setidaknya, kata dia, 200.000 perumahan baru akan diselesaikan pemerintahannya pada tahun 2012 ini.
Chavez mengatakan, selama dua hari terakhir dirinya sudah berjalan-jalan dan sudah mulai makan sup.
Selain itu, Presiden Hugo Chavez juga menulis di akun twitternya: Selamat malam, kawan-kawan. Aku akan terbang tinggi seperti burung kondor. Aku akan mengirimkan cinta tertinggi. Kami akan hidup dan menang.”
Chavez mulai menjalani operasi pada Senin (27/2) lalu, di Havana, Kuba. Ia bermaksud mengambil lesi kecil yang tumbuh di bekas tumornya.
Sejak kepergian Chavez ke Kuba untuk berobat, politisi dan pers-pers kanan Venezuela sempat membuat rumor tentang kondisi kesehatannya.