WASPADA ONLINE MEDAN
- Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga berpendapat bahwa jumlah
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut sekitar Rp7,6
triliun tidak sehat dan tidak proporsional jika dibandingkan dengan
potensi yang terdapat di provinsi itu.
“Secara keseluruhan, perbandingannya tidak sehat dan tidak proporsional,” katanya, hari ini.
Di
satu sisi, kata Chaidir, jumlah APBD Sumut memang mengalami peningkatan
jika dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah Rp 3,8 triliun. Namun
peningkatan tersebut tidak sehat karena mengandalkan pemasukan dari
pajak kendaraan bermotor serta pajak air permukaan dan air bawah tanah.
Kondisi
yang tidak sehat tersebut semakin terlihat dari pengaruh jumlah pajak
kendaraan bermotor yang mendominasi pendapatan asli daerah (PAD).
“Sekitar 90 persen PAD Sumut berasal dari pajak kendaraan bermotor.
Jelas, itu tidak sehat,” katanya.
Kondisi APBD yang tidak sehat
itu juga dapat dilihat dari belum dimanfaatkanNYA potensi daerah yang
cukup banyak terdapat di Sumut. Kemudian, kata dia, jumlah APBD itu juga
tidak proporsional karena tidak didapatkan dari keberadaan potensi
daerah berupa sumber daya buatan seperti perkebunan yang sangat banyak
di Sumut.
Seharusnya, Sumut mendapatkan manfaat dari keberadaan
perkebunan tersebut yang menggunakan fasilitas dan infrastruktur di
daerah itu. Apalagi dalam kegiatannya, berbagai perusahaan perkebunan di
Sumut mengokupasi sekitar 25 hingga 30 persen lahan di provinsi itu.
Akibatnya,
aktivitas berbagai perusahaan perkebunan yang menghasilkan keuntungan
yang melimpah itu tidak memberikan manfaat bagi pembangunan di Sumut.
Itu sebabnya Sumut tidak dapat melakukan pembangunan secara maksimal,
termasuk untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang banyak rusak akibat
aktivitas berbagai perusahaan perkebunan. “Kenapa Sumut yang begitu kaya
tetapi infrastruktur jalannya rusak. Malah masih kalah dengan Sumatera
Barat,” kata politisi dari Partai Golkar itu.
Tidak
proporsionalnya APBD Sumut itu juga terlihat jika diperbandingkan dengan
anggaran yang diterima provinsi yang lebih kecil seperti Banten.
Sebagai provinsi yang hanya memiliki delapan kabupaten/kota, Banten
mampu mendapatkan APBD sekitar Rp4 triliun lebih. Seharusnya, sebagai
provinsi yang memiliki 33 kabupaten/kota, Sumut memiliki APBD yang lebih
proporsional. ”Idealnya, kita menerima APBD sekitar Rp 20 triliun,”
katanya. (dat03/antara) |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar