Senin, 27 Februari 2012

Gaya Hidup Pemimpin Pergerakan

Gaya Hidup Pemimpin Pergerakan

Hatta dan Rakyat
Minggu lalu, 1 Desember 2011, saya tidak sengaja menemukan sebuah buku berisi kumpulan beberapa tulisan Bung Hatta. Tanpa menunggu lama, saya pun berselancar mengarungi buku yang sudah agak lusuh tersebut.
Bung Hatta membahas banyak tema dalam buku itu. Salah satunya adalah soal organisasi dan pergerakan. Dan, lebih menarik lagi, salah satu ulasannya adalah soal “pemimpin dan penghidupannya”. Ia berusaha menjawab perdebatan penting: bagaimana seorang pemimpin pergerakan mengatasi soal-soal hidupnya.
Maklum, pemimpin juga manusia biasa: ia punya kebutuhan hidup. Tidak sedikit pemimpin yang berganti haluan hanya karena urusan perut. Banyak pula organisasi perjuangan yang berjalan ‘setengah mati” hanya karena sebagian besar pemimpinnya sibuk bekerja dan mencari penghidupan.
Bagi Bung Hatta, seorang pemimpin haruslah mengambil beban yang lebih berat; ia harus tahan sakit dan tahan terhadap cobaan; ia juga tidak boleh berubah hanya karena kesusahan hidup. “Keteguhan hati dan keteguhan iman adalah conditio sine qua non (syarat yang utama) untuk menjadi pemimpin,” kata Bung Hatta.
Pada jaman itu, sebagian pemimpin pergerakan hidup dari honor membuat tulisan di koran-koran. Muncul pertanyaan: bolehkan seorang pemimpin menulis di koran lain yang bukan koran partainya? Ini penting untuk dijawab. Sebab, bagi sebagian orang jaman itu, menulis di koran lain adalah sebuah pelanggaran prinsip.
Bung Karno, seorang tokoh pergerakan jaman itu, sering sekali menulis di koran lain untuk mendapatkan honor. Dengan begitulah, misalnya, ia mendapatkan uang untuk mentraktir istri dan kawan-kawannya.
Menjawab persoalan itu, Bung Hatta pun mencomot pengalaman Karl Marx. Maklum, di mata Bung Hatta, Karl Marx adalah orang yang paling teguh memegang prinsip. Karl Marx, kata Bung Hatta, mau menulis di majalan yang berlawanan dengan keyakinan politiknya. Asalkan: koran itu memuat buah-fikiran Karl Marx dengan tidak dibatasi.
Bahkan, bagi Bung Hatta, menulis di koran lain bermakna memperluas propaganda kepada massa rakyat. Dengan menulis di surat kabar umum, yang pembacanya seluruh glongan, kaum pergerakan bisa menyebar-luaskan pandangan-pandangan politiknya secara terbuka.
Pertanyaan lain yang coba di jawab Bung Hatta adalah soal bagaimana pemimpin pergerakan menafkahi hidupnya. Apalagi jika pemimpin tersebut sudah punya keluarga yang harus dipenuhi kebutuhannya.
Dalam banyak kasus, para pemimpin pergerakan harus bekerja di tempat lain untuk mencari penghasilan. Sebagai konsekuensinya, sang pemimpin pun berkurang keaktifan dan kontribusinya bagi partai. Ini terkadang membuat organisasi seolah mati-suri.
Bung Hatta berusaha menjawab problem ini. Ia mengusulkan agar seluruh kebutuhan hidup seorang pemimpin pergerakan ditanggung oleh partai atau organisasinya. Hal ini untuk memastikan pemimpin atau pengurus puncak partai bisa bekerja 100% untuk pergerakan.
Bagaimana jika partainya adalah partai marhaen? Jika menghidupi dirinya saja tidak sanggup, apalagi membayar iuran. Untuk soal ini, Bung Hatta menganjurkan agar dilakukan pelan-pelan. Ia pun mengusulkan agar iuran disesuaikan dengan penghasilan setiap anggota. Kader atau anggota yang berkemampuan harus menyumbang ke partai lebih banyak.
Bagi Hatta, sebagai seorang revolusioner, kita harus memberikan tenaga dan harta seberapapun kepada partai dan pergerakan. Jadi, bukan kita yang menumpang hidup kepada partai, atau menjadikan pergerakan sebagai sumber penghidupan.
Akan tetapi, besaran gaji seorang pemimpin partai atau pemimpin gerakan harus disesuaikan kebutuhan minimum untuk bertahan hidup dan kemampuan anggaran dari partainya. Seorang pemimpin harus bisa hidup sederhana, sehingga biaya hidupnya tidak terlalu banyak.
Setelah membaca uraian Hatta di atas, saya menjadi tahu mengapa kehidupan para pemimpin pergerakan saat itu sangat sederhana. Bahkan ketika mereka menjadi pemimpin Republik pasca proklamasi, para pemimpin pergerakan ini tetap mempertahankan kesederhanaannya.
Bung Karno, misalnya, sebagian besar pakaiannya dijahit dan dipermak sendiri. Bahkan, salah satu seragam kebesarannya adalah pakaian bekas militer wanita Australia. Begitu juga dengan Bung Hatta; ia menabung bertahun-tahun hanya untuk membeli sepatu kesukaannya.
Seorang aktivis haruslah menekan biaya hidupnya. Ia harus sanggup hidup sederhana seperti rakyat yang diperjuangkannya. Kalaupun si aktivis keturunan orang kaya, ada baiknya tetap menampilkan kesederhanaan.
Sekarang, ada banyak aktivis yang gaya-hidupnya sangat mewah; dari pemilikan barang-barang kebutuhan hidup, pergaulan, dan lain-lain. Hal itu membuatnya harus mencari uang yang banyak untuk membiayai hidupnya yang mahal itu. Tidak sedikit aktivis menggadaikan “perjuangannya” demi membiayai gaya-hidupnya yang mahal itu.

Gaya Hidup Pejabat, ruhut Sitompul Rp. 450 jt,. Wah..

                                             Gay Hidup Pejabat Negara

Anda tahu harga jam tangan Ruhut Sitompul? Katanya, politisi partai Demokrat ini menggunakan jam tangan berharga Rp 450 juta. Sedangkan Anis Matta, yang juga salah satu pimpinan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengenakan jam tangan seharga Rp 70 juta.
Itu baru harga jam tangan. Coba tengok harga mobil para pejabat negara itu. Konon, ada tiga anggota DPR yang punya mobil seharga Rp 7 milyar. Sementara harga mobil rata-rata pejabat menteri berkisar antara Rp 400 juta hingga 1,325 miliar. Bagaimana dengan harga rumah dan kekayaan lainnya?
Nah, bagaimana dengan gaji Presiden? Berdasarkan peringkat gaji presiden tertinggi di dunia, gaji Presiden SBY menempati peringkat ke-16. Ia berada di atas peringkat gaji Presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang memimpin negeri yang jauh lebih maju dan lebih makmur dibanding Indonesia.
Gaji Presiden SBY mencapai US$ 124.171 atau sekitar Rp 1,1 miliar per tahun. Gaji itu setara dengan 28 kali lipat dari pendapatan per kapita Indonesia. Bahkan, jika dikaitkan dengan PDB per-kapita masing-masing negara, gaji Presiden SBY tercatat di peringkat ketiga di dunia. Gaji Pesiden SBY mencapai 28 kali PDB per-kapita.
Lebih tragis lagi, menurut Anis Matta, dirinya membeli arloji seharga Rp70 juta sebagai aksesoris untuk ‘memantaskan’ dirinya sebagai pejabat publik. Artinya, di mata Anis Matta, standar seorang pejabat publik harus punya, diantaranya, jam tangan paling murah Rp70 juta.
Apakah harus begitu? Bung Hatta, Wakil Presiden Republik Indonesia yang pertama, mengatakan, seorang pemimpin haruslah mengambil beban yang lebih berat; ia harus tahan sakit dan tahan terhadap cobaan; ia juga tidak boleh berubah hanya karena kesusahan hidup. “Keteguhan hati dan keteguhan iman adalah conditio sine qua non (syarat yang utama) untuk menjadi pemimpin,” kata Bung Hatta.
Dengan demikian, di mata Hatta, seorang pejabat negara atau pemimpin tidak boleh punya gaya hidup mewah. Sebab, gaya hidup mewah akan menuntut biaya hidup yang tiggi pula. Tentunya, hal itu akan memaksa si pejabat akan menggunakan segala macam cara untuk membiayai gaya-hidupnya itu.
Hatta sendiri adalah seorang sosok pemimpin sederhana. Ia melamar istrinya dengan sebuah mas kawin berupa buku karyanya sendiri. Ia juga harus menabung bertahun-tahun untuk memenuhi keinginannnya membeli sepatu. Konon, Hatta pernah negosiasi panjang dengan kusir bendi soal tariff. Akan tetapi, karena tidak terjadi titik temu, Hatta pun memilih jalan kaki.
Bung Karno juga begitu. Semasa hidupnya, sebagaian besar pakaian kebanggaan Bung Karno dijahit dan dipermak sendiri. Salah satu seragam kebesaran Bung Karno adalah pakaian bekas militer wanita Australia.
Orang bisa mengatakan jaman sudah berubah. Apakah bisa begitu? Tidak juga. Buktinya, Fidel Castro, Presiden Kuba, hanya menerima gaji sebesar 900 peso atau kira-kira 36$ per bulan. Atau, mari kita dengar cerita tentang Ahmadinejad. Konon, Presiden paling dibenci oleh AS ini tidak menerima gajinya. Ketika ia pertama kali menempati jabatan Presiden, ia memerintahkan menggulung karpet antik peninggalan Persia untuk dimuseumkan. Ia juga menolak kursi VIP di pesawat kepresidenan. Bahkan ia memilih tinggal di rumahnya yang sederhana.
Kenapa bisa berbeda begitu? Ini menyangkut beberapa hal. Pertama, ini adalah soal mendefenisikan kekuasaan. Di jaman Bung Karno dan Bung Hatta, kekuasaan dianggap sebagai sarana untuk memperjuangkan masyarakat adil dan makmur. Sedangkan sekarang, kekuasaan dijadikan sarana untuk memperkaya diri sendiri. Kedua, politisi di jaman Bung Karno dibimbing oleh sebuah ideologi atau keyakinan politik. Sedangkan pejabat publik sekarang berjalan tanpa ideologi dan tanpa keberpihakan kepada rakyat. Ketiga, sistim politik kita makin terkomoditifikasi.

APBD SUMUT TIDAK SEHAT


APBD SUMUT TIDAK SEHAT
WASPADA ONLINE
MEDAN - Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga berpendapat bahwa jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumut sekitar Rp7,6 triliun tidak sehat dan tidak proporsional jika dibandingkan dengan potensi yang terdapat di provinsi itu.

“Secara keseluruhan, perbandingannya tidak sehat dan tidak proporsional,” katanya, hari ini.

Di satu sisi, kata Chaidir, jumlah APBD Sumut memang mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2009 yang berjumlah Rp 3,8 triliun. Namun peningkatan tersebut tidak sehat karena mengandalkan pemasukan dari pajak kendaraan bermotor serta pajak air permukaan dan air bawah tanah.

Kondisi yang tidak sehat tersebut semakin terlihat dari pengaruh jumlah pajak kendaraan bermotor yang mendominasi pendapatan asli daerah (PAD). “Sekitar 90 persen PAD Sumut berasal dari pajak kendaraan bermotor. Jelas, itu tidak sehat,” katanya.

Kondisi APBD yang tidak sehat itu juga dapat dilihat dari belum dimanfaatkanNYA potensi daerah yang cukup banyak terdapat di Sumut. Kemudian, kata dia, jumlah APBD itu juga tidak proporsional karena tidak didapatkan dari keberadaan potensi daerah berupa sumber daya buatan seperti perkebunan yang sangat banyak di Sumut.

Seharusnya, Sumut mendapatkan manfaat dari keberadaan perkebunan tersebut yang menggunakan fasilitas dan infrastruktur di daerah itu. Apalagi dalam kegiatannya, berbagai perusahaan perkebunan di Sumut mengokupasi sekitar 25 hingga 30 persen lahan di provinsi itu.

Akibatnya, aktivitas berbagai perusahaan perkebunan yang menghasilkan keuntungan yang melimpah itu tidak memberikan manfaat bagi pembangunan di Sumut. Itu sebabnya Sumut tidak dapat melakukan pembangunan secara maksimal, termasuk untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang banyak rusak akibat aktivitas berbagai perusahaan perkebunan. “Kenapa Sumut yang begitu kaya tetapi infrastruktur jalannya rusak. Malah masih kalah dengan Sumatera Barat,” kata politisi dari Partai Golkar itu.

Tidak proporsionalnya APBD Sumut itu juga terlihat jika diperbandingkan dengan anggaran yang diterima provinsi yang lebih kecil seperti Banten. Sebagai provinsi yang hanya memiliki delapan kabupaten/kota, Banten mampu mendapatkan APBD sekitar Rp4 triliun lebih. Seharusnya, sebagai provinsi yang memiliki 33 kabupaten/kota, Sumut memiliki APBD yang lebih proporsional. ”Idealnya, kita menerima APBD sekitar Rp 20 triliun,” katanya.
(dat03/antara)

Minggu, 26 Februari 2012

Musrenbang tidak relevan dengan partisipasi rakyat

Musrenbang Dan Macetnya Partisipasi Rakyat

Vos Dei Vox Populi
Tahukah anda tentang Musrenbang? Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan amanat UU Nomor 25 Tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional.
Dengan Musrenbang ini, rakyat banyak diharapkan bisa berpartisipasi dalam proses pembangunan. Pendek kata, pemerintah menginginkan agar proses pembangunan digagas dari bawah. Sehingga, proses musrembang ini harus menampung partisipasi dan usulan rakyat seluas-luasnya.
Bagaimana implementasinya? Banyak orang yang menyebut Musrenbang sebagai “musyawarah mengambang”. Pasalnya, pada prakteknya, proses musrembang sangat jauh dari partisipasi rakyat. Lebih jauh lagi, dalam banyak kasus, banyak proposal musrenbang disabotase dan tidak terakomodir.
Musrembang seharusnya dilaksanakan secara berjenjang: Musrenbang RW (rembug RW), Musrenbang Kelurahan, Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kota, Musrenbang Provinsi, dan Musrenbang Nasional.
Musrenbang akan membahas prioritas kegiatan pembangunan dan pengalokasian anggarannya. Penentuan prioritas pembangunan akan diputuskan berdasarkan kemendesakan persoalan dan diputuskan secara musyawarah-mufakat. Dengan demikian, Rencana Kerja Pemerintah (RKP/D) seharusnya mengacu pada proposal dari Musrembang.
Akan tetapi, pada kenyataannya, hampir semua kebijakan pembangunan, baik nasional maupun lokal, tidak menjawab persoalan rakyat. Penyusunan APBN dan APBD juga tidak mengacu pada proposal pembangunan dari rakyat.
Ada beberapa persoalan yang menyebabkan Musrenbang tidak efektif. Pertama, partisipasi rakyat dalam proses Musrenbang sangat minim. Di tingkat rembug RW, misanya, biasanya yang hadir hanya ketua-ketua RT dan tokoh masyarakat. Seharusnya, menurut kami, Musrenbang RW alias rembug RW ini menghadirkan seluruh rakyat di daerahnya.
Kedua, Musrenbang kurang ditopang oleh pembangunan organisasi-organisasi rakyat. Demokrasi tidak mungkin berdiri tanpa adanya rakyat yang terorganisir. Sebab, pembangunan kesadaran dan kritisisme rakyat sangat efektif dilakukan melalui organisasi-organisasi rakyat. Dengan demikian, Musrenbang akan menjadi efektif kalau rakyat juga bisa kritis dan memahami apa yang menjadi kebutuhannya.
Ketiga, proposal Musrenbang sering disabotase oleh birokrasi korup peninggalan kolonialisme. Dalam banyak kasus, proposal Musrembang dari RW ke Kelurahan tidak diwakili oleh delegasi yang ditunjuk rakyat. Akhirnya, ketika Musrenbang kelurahan berlangsung, proposal itu hilang dan diganti oleh proposal birokrasi kelurahan.
Dalam banyak kasus, seperti juga diakui banyak pihak, Musrembang kelurahan hingga Musrembang Nasional lebih banyak diisi oleh “manusia berseragam” alias birokrasi (kades/lurah, camat, Bupati, dll).
Keempat, proposal Musrenbang tidak mempengaruhi kebijakan pembangunan nasional secara umum. Sekarang, misalnya, pemerintah menuangkan rencana pembangunan melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Dan, seperti kita ketahui, RPJP dan RPJM itu tidak punya sinergi dengan proposal Musrembang tadi.
Selain itu, pemerintah punya haluan pembangunan nasional tersendiri. Di era SBY-Budiono, misalnya, haluan pembangunan ekonomi-politiknya sangat berbau neoliberalisme. Dan, seperti kita ketahui, paradigma neoliberal ini sangat dominan mewarnai kebijakan ekonomi pemerintah.
Dengan demikian, forum Musrembang tidak akan berfungsi apapun jikalau haluan pembangunan nasionalnya tetap bergaris neoliberal. Forum Musrembang hanya akan menjadi rutinitas formal tanpa arah dan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat. Apalagi, demokrasi liberal memang cenderung mengeluarkan rakyat dalam proses penyusunan dan pengambilan kebijakan.
Akan tetapi, pada tingkat lokal, forum Musrenbang berpotensi dimajukan oleh gerakan rakyat. Asalkan bisa membangkitkan partisipasi rakyat di dalamnya, maka forum Musrembang di tingkat lokal bisa menjadi alat untuk memaksa pemerintahan lokal merespon kebutuhan-kebutuhan mendesak rakyat; perbaikan jalan, pelayanan kesehatan, fasilitas pendidikan, kebersihan, dan lain-lain.
Gagasan dasar Musrenbang, yakni partisipasi rakyat dalam merumuskan pembangunan, adalah konsep yang bisa ditumpangi oleh kaum pergerakan untuk meradikalisasi massa rakyat. Musrenbang ini menciptakan semacam ruang bagi kaum pergerakan rakyat untuk meradikalisasi massa-rakyat guna memperjuangkan kepentingannya yang paling mendesak. Selain itu, ini juga ruang untuk menerobos model birokrasi lokal yang korup dan anti-rakyat.

Sabtu, 25 Februari 2012

Mengapa Pemimpin Daerah Tidak Kapok Korupsi?

 Mengapa Pemimpin Daerah Tidak Kapok Korupsi?


Jakarta Genderang perang melawan korupsi tidak membuat jera para pemimpin daerah untuk merampok uang rakyat. Berkolaborasi dengan DPRD dan pejabat teknis maka jadilah korupsi berjamaah. Seakan mereka tidak takut dengan ancaman hidup di balik terali besi. Mengapa?

"Karena cost politic mahal. Sangat mahal. Untuk menjadi Kepala Daerah tidak murah," papar ahli hukum pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, Hibnu Nugroho saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (25/2/2012).

Sebagai contoh di salah satu kabupaten di Jawa Tengah, seseorang yang ingin menjadi Kepala Daerah harus merogoh kocek guna disetor kepada partai yang akan menjadi kendaraan dalam Pemilu Kada. Jumlahnya yaitu Rp 8 miliar untuk posisi bupati dan Rp 4 miliar untuk posisi wakil bupati. Belum lagi biaya teknis kampanye hingga pemenangan Pemilu Kada.

"Dengan jumlah modal sebanyak itu, maka yang dia pikirkan adalah bagaimana mengembalikan modal saat menjabat. Berbagai modus korupsi dilakukan," papar doktor di bidang pidana korupsi ini.

Bagi pejabat karier, mereka korupsi karena tekanan eksternal yaitu diminta oleh atasannya untuk melakukan korupsi. Adapun tekanan internal karena ingin bergaya hidup mewah, kebutuhan keluarga dan sebagainya.

"Apalagi jika yang menjadi PNS nya karena nyuap, harus berpikir bagaimana mengembalikan modal. Selain ada kesempatan juga ada keinginan maka jadilah korupsi," ungkapnya.

Saat ini, kejaksaan di berbagai tempat terus memburu para pemimpin daerah yang diduga terlibat berbagai perkara korupsi. Seperti Ketua DPRD Grobogan, M Yaeni, Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto, Satori Suarto, mantan Walikota Magelang, mantan Gubernur Sulawesi Selatan HM Amin Syam dan yang baru dihukum 2 tahun penjara oleh PN Tipikor Jakarta, Bupati Nonaktif Seluma, Bengkulu, Murman Effendi.

"Selain di pidana, dengan korupsi maka tamat karier politik atau karier kerja seseorang. Tapi mengapa tidak kapok?," ucap Hibnu sambil bertanya balik.

Blogger DIharapkan Juga Punya Kode Etik

KOMPAS.com - Dewan Pers mendesak komunitas penulis Blogger untuk memiliki kode etik penulisan blog.
Meski Blogger merupakan jurnalisme warga, hal itu dilakukan agar ada standardisasi penulisan di dalam blog.
Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers Agus Sudibyo menjelaskan kode etik itu diperlukan bagi blogger.
“Blogger seharusnya juga punya kode etik. Memang saya akui ini akan sulit,” kata Agus dalam Annual Conference Online Media, Media Online: Antara Pembaca, Laba dan Etika di Hotel Le Meridien Jakarta, Kamis (23/2/2012).
Selama ini, memang sudah ada komunitas Blogger yang memiliki inisiatif untuk menyebarkanluaskan kode etik wartawan. Namun akan lebih bagus lagi jika disesuaikan dengan blog.
Agus juga meminta penyusunan kode etik tersebut bisa dengan bantuan dari Dewan Pers sehingga akan selaras dengan aturan yang dibuat untuk wartawan secara umum.
“Selama ini kita hanya memiliki aturan soal pedoman media cyber yang dikhususkan untuk forum atau blog yang dimiliki oleh media online,” jelasnya.
Dalam aturan tersebut telah diatur tata cara moderasi dan tipe-tipe postingan yang tidak boleh melecehkan suku, agama dan ras.
Dengan pembuatan pedoman aturan tersebut atau kode etik jurnalisme warga, maka tidak akan ada lagi seperti kasus Prita Mulyasari.
Beberapa tahun lalu Prita disomasi oleh Rumah Sakit Omni Internasional gara-gara menulis tentang rumah sakit tersebut di surat pembaca.
“Kasus-kasus seperti Prita ini juga masih grey area. Sehingga kita memandang perlu untuk melindungi masyarakat,” jelasnya.

Kamis, 23 Februari 2012

Negara Termiskin di Dunia

10 Negara Termiskin di Dunia


10 negara miskin

Jika menyebut Afrika, rasanya identik dengan kemiskinan dan ketertinggalan, memang tak bisa dipungkiri, bahwa Afrika masih ada di urutan terbawah benua paling miskin sejagad. Sebagai buktinya, 6 dari 10 negara termiskin di dunia, berasal dari benua hitanm ini. Berikut daftar 10 negara miskin sedunia urutan berdasar pendapatan perkapita;

  1. Malawi

    Lokasi: Afrika Selatan, Zambia timur
    Populasi: 13.603.181
    PDB per kapita: $ 600 (2006 est)

Dipimpin oleh presiden Kamuzu Banda selama 30 tahun pertama sejak kemerdekaan. Tapi, kemudian pada tahun 1990-an lembaga demokratis memegang kendali, Presiden Banda kalah dalam pemilu pada 1994 dan Bakili Muluzi menggantikan posisinya, namun pemerintahan dibawah Muluzi jauh lebih terbuka, dan menyebabkan Korupsi, kemiskinan dan HIV-AIDS yang tinggi,menghambat perkembangan dan memupuk ketidakpuasan dengan pemerintah baru. Hal ini menyebabkan perekonomian Malawi semakin merosot, Malawi didesak oleh badan-badan keuangan dunia untuk membebaskan ekonomi, yang telah memiliki banyak diprivatisasi negara yang menjalankan korporasi.
Sumber perekonomian Malawi sebagian besar bergantung pada pertanian subsisten, namun situasi pasokan makanan tidak stabil ditambah dengan negara yang rentan terhadap bencana alam. Lebih dari separuh populasi hidup di bawah garis kemiskinan.Bergerak berada di bawah cara untuk mengeksploitasi cadangan uranium untuk meningkatkan penghasilan.

Setiap tahun, puluhan ribu penduduk Malawi meninggal karena AIDS. Sempat dijalankan program untuk mengatasinya di tahun 2004, namun belum ada kemajuan yang berarti.

  1. Somalia

    Lokasi: Afrika Timur, berbatasan dengan Teluk Aden dan Samudera Hindia, sebelah timur Ethiopia
    Populasi: 9.118.773
    PDB per kapita: $ 600 (2006 est)
Somalia berdiri pada tahun 1960 ketika dua wilayah bergabung. Wilayah Somalia merupakan protektorat Inggris dan mantan koloni Italia. Sejak berdiri, perkembangannya sangat lambat. Hubungan dengan tetangga telah memburuk akibat klaim teritorial pada daerah yang dihuni Somalia dari Ethiopia, Kenya dan Djibouti.
Pada tahun 1970 Barre memproklamasikan negara sosialis, membuka jalan bagi hubungan erat dengan Uni Soviet. Pada tahun 1991 Presiden Barre digulingkan dengan melawan klan. Tapi mereka gagal menyepakati pengganti dan menjerumuskan negara ke dalam hukum dan perang suku. Pemberontakan dan pembajakan marak, menyebabkan jumlah kematian yang tinggi, akibat kelaparan dan peperangan.
Dalam perkembangannya, Somalia disebut sebagai;
·         Tempat krisis kemanusiaan terburuk Afrika: kelaparan dan kematian tinggi.
·         Tidak ada pemerintah yang efektif sejak tahun 1991.
·         Milisi Islam dan PBB yang didukung pemerintahan transisi bersaing untuk kontrol Negara.
·         Negara memproklamirkan diri Somaliland dan Puntland wilayah menjalankan urusan mereka sendiri

  1. Comoros

    Lokasi: Afrika Selatan, sekelompok pulau di mulut utara SelatMozambik, sekitar dua-pertiga dari jalan antara utara Madagaskardan utara Mozambik
    Populasi: 711.417 (Juli 2007 est)
    PDB per kapita: $ 600 (2005 est)
Saat ini, Comoros terancam di ambang disintegrasi. Dikarenakan sebuah sejarah kekerasan politik yang menyebabkan Comoros sangat miskin. Politiknya diwarnai dengan kudeta, konflik dan pemberontakan.
Comoros adalah salah satu Negara termiskin di Afrika dan sangat bergantung pada bantuan asing. Comoros sangat bergantung pada bantuan dan pengiriman uang dari diaspora. Sumber daya alam dalam pasokan ekspor hanya ada vanili, cengkeh dan esensi parfum - yang rentan terhadap fluktuasi harga. .Penduduk Comoros terdiri dari keturunan pedagang Arab, Melayu juga masyarakat imigran Afrika
  1. Kepulauan Solomon
    Lokasi: Oseania, kelompok pulau di Samudra Pasifik Selatan, timur Papua Nugini
    Populasi: 566.842 (Juli 2007 est)
    PDB per kapita: $ 600 (2005 est)
Menurut Bank Dunia, Kepulauan Solomon, salah satu negara Pasifik termiskin, telah dipengaruhi oleh makanan global yang berturut-turut, bahan bakar dan krisis keuangan dan pada tahun 2009, dengan penurunan ekspor log dan penurunan besar dalam harga komoditas internasional, pertumbuhan turun menjadi hanya 1 persen. Perang sipil membuat negara ini hampir bangkrut.

Harapan ekonomi mulai bangkit kembali sejak produksi minyak sawit dan pertambangan emas. Namun dikhawatirkan akan keamanannya, sejak Kepulauan Solomon dilanda konflik pada 1998-2003. Untuk itu Australia memimpin sebuah misi yang bertujuan untuk memastikan keamanan dan berusaha menjaga perekonomian.

  1. Kongo
    Lokasi: Afrika Tengah, timur laut Angola
    Populasi: 65.751.512
    PDB per kapita: $ 700 (2006 est)
Sekitar 70% dari 3,6 juta penduduk negara yang kaya minyak ini masih hidup di bawah garis kemiskinan walaupun perdamaian telah dirasakan sejak 7 tahun silam. Hingga 1992, Kongo dikuasai satu partai namun sistim multi-partai pun ditandai dengan bangkitnya para milisi bersenjata yang menjerumuskan negeri itu ke dalam pusaran perang saudara. Kongo merupakan negara produsen minyak keempat atau kelima terbesar di sub-sahara Afrika. Kongo yang pernah dicap berbagai lembaga keuangan internasional sebagai salah satu negara penghutang terbesar dunia itu kini menerima manfaat dari program Inisiatif Negara-Negara Miskin Penghutang Terbesar (HIPCI). Kelompok-kelompok hak azasi manusia dunia mendorong Pemerintah untuk memperbaiki kesejahteraan rakyatnya, sampai pada pelayanan kesehatan yang baik.
  1. Burundi

    Lokasi: Afrika Tengah, sebelah timur Republik DemokratikKongo
    Populasi: 8.390.505
    PDB per kapita: $ 700 (2006 est)
Perang 12 tahun, etnis berbasis sipil menyebabkan Burundi menjadi salah satu negara termiskin di dunia. Pada tahun 2001, dimediasi oleh Afrika Selatan akhirnya perundingan mengalami titik temu setelah sebagian besar kelompok pemberontak sepakat untuk gencatan senjata. Empat tahun kemudian Burundi ikut memilih dalam pemilu parlemen pertama sejak dimulainya perang sipil. Tapi pasca-pemilu ketegangan di 2010, memicu kekhawatiran baru akan perang sipil.
Setengah penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Pendapatan mata uang asing (devisa Negara) hanya diandalkan dari Kopi dan teh


  1. Timor Timur / Timor-Leste
Lokasi: Asia tenggara, barat laut Australia di Kepulauan Sunda Kecil di ujung timur kepulauan Indonesia; catatan - Timor Timurtermasuk bagian timur pulau Timor, Oecussi (Ambeno) wilayah di bagian barat laut pulau Timor, dan pulau-pulau Atauro dan pulaupulau Jaco
Populasi: 1.084.971
PDB per kapita: $ 800 (2005 est)
Setelah kemerdekaannya di tahun 2002, penduduk menderita beberapa kekejaman terburuk zaman modern. Sebuah laporan independen yang ditugaskan oleh pemerintahan transisi PBB di Timor Timur mengatakan bahwa setidaknya 100.000 orang Timor meninggal pada konflik tersebut.

Sebagai salah satu negara termiskin di Asia, Timor Timur  bergantung pada bantuan dari luar selama bertahun-tahun. Infrastruktur yang miskin dan negara ini rawan kekeringan. Namun, minyak lepas pantai dan ladang gas di Laut Timor memiliki banyak potensi. Timor Timur dan Australia telah sepakat untuk berbagi pendapatan dari cadangan minyak tersebut. Sebagai bagian dari kesepakatan, keputusan di perbatasan maritim yang disengketakan di daerah itu ditunda. Saat ini, Timor Leste sedang mencoba untuk mendorong rekonsiliasi nasional.

  1. Tanzania

    Lokasi: Afrika Timur, berbatasan dengan Samudera Hindia, antara Kenya dan Mozambik
    Populasi: 39.384.223
    PDB per kapita: $ 800 (2006 est)
Meski tetap menjadi salah satu negara termiskin di dunia, dengan banyak penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan Bank Dunia, namun tahun belakangan, Tanzania berhasil dalam merayu donor dan investor. Tidak seperti banyak negara Afrika, yang potensi kekayaan kontras dengan kemiskinan yang sebenarnya, Tanzania hanya memiliki mineral ekspor dengan sistem pertanian yang masih primitif. Untuk itu presiden pertama, Julius Nyerere, mengeluarkan Deklarasi Arusha 1967, yang menyerukan kemandirian melalui penciptaan desa pertanian kooperatif dan nasionalisasi pabrik, perkebunan, bank-bank dan perusahaan swasta. Tetapi, tahun berikutnya program ini benar-benar gagal karena inefisiensi, korupsi, perlawanan dari petani dan kenaikan harga minyak impor.
Kesengsaraan ekonomi Tanzania itu diperparah pada tahun 1979 dan 1981 dengan intervensi militer yang sangat mahal untuk menggulingkan Presiden Idi Amin dari Uganda. Tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata 6,7% sejak tahun 2006, salah satu yang terbaik di sub-Sahara Afrika.

  1. Afghanistan
    Lokasi: Asia Selatan, utara dan barat Pakistan, timur Iran
    Populasi: 31.889.923 (Juli 2007 est)
    PDB per kapita: $ 800 (2004 est)
Afghanistan telah mengalami ketidakstabilan kronis seperti dan konflik selama sejarah modern, dan membangun ekonomi dan infrastruktur dari reruntuhan, dan banyak dari rakyatnya pengungsi. Sejak jatuhnya pemerintahan Taliban pada 2001, penganut gerakan garis keras Islam telah kembali dikelompokkan. Sekarang kekuatan bangkit kembali, khususnya di wilayah selatan dan timur. Posisi Afghanistan strategis di sepanjang "Jalan Sutera" kuno (antara Timur Tengah, Asia Tengah dan anak benua India)  menyebabkan Afghanistan menjadi rebutan. Tapi dunia luar akhirnya kehilangan minat setelah penarikan pasukan Soviet, sementara perang berkepanjangan sipil negara ini berlarut-larut. Dan menyebabkan rakyatnya ada dalam belenggu kemiskinan.

Ekonomi Afghanistan didukung oleh industry obat.  Negara ini memasok lebih dari 90% dari opium dunia, bahan baku heroin.

  1. Yaman

    Lokasi: Timur Tengah, berbatasan dengan Laut Arab, Teluk Aden,dan Laut Merah, antara Oman dan Arab Saudi
    Populasi: 22.230.531 (Juli 2007 est)
    PDB per kapita: $ 900 (2006 est)
Republik Yaman modern lahir pada tahun 1990 ketika tradisionalis Yaman Utara dan Yaman Selatan bergabung Marxis setelah bertahun-tahun perang dan pertempuran perbatasan. Tapi perdamaian itu rusak pada tahun 1994 karena perang saudara.

Sejak unifikasi Yaman telah memodernisasi dan membuka diri terhadap dunia, tetapi masih mempertahankan banyak karakter kesukuan dan cara-cara lama. Ketegangan bertahan antara utara dan selatan, beberapa selatan mengatakan bagian utara negara adalah hak istimewa ekonomi. Akibatnya Pertumbuhan ekonomi lemah. Inflasi tinggi, tingkat pengangguran meningkat. Tidak ada lapangan pekerjaan untuk menampung pengangguran, menyebabkan defisit anggaran yang besar juga.

M.Ahmadinejad, Presiden termiskin Didunia


Image

Pemimpin Termiskin Di Dunia



Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh stesen Televisyen Fox (AS) tentang kehidupan peribadinya:

"Ketika anda melihat cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?" Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya: "Ingat, kau tidak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggungjawab yang berat, iaitu melayani bangsa Iran."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang terkagum dan terkesima :

1. Saat pertama kali menduduki pejabat Presiden beliau menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu kepada masjid-masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Beliau mendapati bahawa terdapat ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menyambut tetamu VIP, lalu beliau mengeluarkan arahan untuk menutup ruang tersebut dan menyuruh pegawai istana untuk menggantikannya dengan ruang yang biasa dengan 2 kursi kayu. Walaupun nampak sederhana tetapi terlihat menakjubkan.

Image

Image

3. Di banyak kesempatan, beliau dikenali sebagai seorang yang suka berjenaka dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan pejabat presidennya.

4. Di bawah kepimpinannya, ketika beliau meminta menteri-menterinya untuk datang kepadanya dan menteri-menteri tersebut akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang mempunyai arahan-arahan darinya, arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri-menterinya untuk hidup secara sederhana dan disebutkan bahawa segala rekod peribadi mahupun ahli keluarga terdekat mereka akan diawasi, sehingga pada saat menteri-menteri tersebut keluar dari pejabatnya, mereka keluar dengan kepala menegak.

5. Langkah pertama beliau ketika itu ialah mengumumkan kekayaan dan harta benda beliau yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977, sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah di Teheran. Rekod banknya mempunyai baki paling minimum, dan satu-satunya wang yang masuk adalah gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai pensyarah di sebuah universiti hanya senilai US$ 250 (RM 750).

7. Ahmadinejad masih tinggal di rumah warisan ayahnya. Hanya itulah yang dimiliki oleh seorang presiden dari negara yang penting, baik secara strategik, ekonomi, politik, pertahanan dan pengeluaran minyak. Bahkan beliau juga dikatakan tidak mengambil gajinya, alasan beliau adalah semua kesejahteraan adalah milik negara dan beliau bertugas untuk menjaganya.

8. Satu perkara yang membuatkan para staf di pejabat presiden kagum adalah beg yang selalu dibawa oleh beliau setiap hari selalu berisikan sarapan; roti atau roti keju yang disiapkan oleh isterinya dan beliau juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.


9. Hal lain yang beliau ubah ialah Penggunaan Jet Terbang Presiden, beliau mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menjimatkan duit cukai yang dibayar rakyat dan untuk dirinya, beliau hanya meminta untuk terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Beliau kerap mengadakan pertemuan dengan menteri-menterinya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan aktiviti yang telah dilakukan, dan beliau memansuhkan protokol istana sehingga menteri-menterinya dapat masuk terus ke pejabatnya tanpa sebarang halangan. Beliau juga menghentikan kebiasaan upacara-upacara seperti karpet merah, sesi foto, atau penerbitan peribadi, atau hal-hal seperti itu ketika berkunjung di berbagai tempat di negaranya.

11. Sekiranya perlu menginap di hotel, beliau meminta diberikan bilik tanpa tempat tidur yang tidak terlalu besar kerana beliau tidak suka tidur di atas katil, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.

Apakah perilaku tersebut merendahkan kedudukan presiden? Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal-pengawalnya yang selalu mengikut kemanapun beliau pergi. Menurut akhbar Wifaq, gambar-gambar yang diambil oleh adiknya tersebut, kemudian dipaparkan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk Amerika

Image

12. Sepanjang solat berjemaah, anda dapat melihat bahawa beliau tidak duduk di saf paling depan.

Image

13. Ketika suara azan berkumandang, beliau akan terus mengerjakan solat di manapun beliau berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa.

Image

14. Majlis perkahwinan anak lelaki beliau hanya berlangsung dalam keadaan yang amat sederhana, bahkan majlis itu tidak ubah seperti perkahwinan kaum Buruh sahaja. Berikut adalah gambar-gambar majlis perkahwinan seorang anak presiden.

Image

Tetamu hanya dihidangkan buah-buahan dan minuman

Image

Image

Image

Minggu, 19 Februari 2012

Bersyukur

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.
Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.
Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.
Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja
Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik.
Ibu menjawab: “Mengapa?
Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.
Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur.
Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?
Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”
Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.”
Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.
Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?”
Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja